09 November, 2015

Eli Sugigi Menikah



Menikah Keempat Kali, Elly Sugigi: Semoga Ini Bukan Pernikahan Dini


Eli Sugigi Resmi Menikah



Komedian wanita Eli Sugigi resmi menanggalkan status jandanya setelah di secara resmi dinikahi oleh Ferry Anggara. Pada hari minggu 8 November 2015 di salah satu masjid di bilangan Mampang Jakarta Selatan.

Resmi Nikah dengan Pacar Brondongnya, Ihh Cantiknya Ely Sugigi
Selisih umur yang cukup jauh tidak menjadi halangan bagi Ferry yang biasa disebut Eli Rezky Aditya  KW ini, untuk menikahinya, Fery berumur 24 tahun sedangkan Eli sudah menginjak 44 tahun. Begitupun status Eli yang janda dengan 2 anak sedangkan Fery bujangan.


Eli pernah membuat pernyataan yang cukup menggegerkan setelah menyatakan dirinya sebagai penggelola penonton bayaran.Eli yang bernama asli Elly Suhari lahir di Jakarta 16 Okteber 1971,mengakui penghasilan dari usaha sendiri dan sekarang Eli Sugigi perbulan bisa meraih keuntungan Sekitar 20 juta hingga 40 Juta. Angka ini didapat dari fee Rp 5.000,- per penonton. Penonton sendiri dibayar sekitar 25 ribu hingga 35 ribu. Berkecimpungnya di dunia TV membuat Eli mendapat tawaran ikut mengisi acara sebagai bintang tamu sehingga penghasilannya semakin besar dan mampu membeli sebuah mobil sedan berkelas dan punya banyak kontrakan.
Sebelum menikah dengan Ferry, Eli telah 3 kali menjanda dan telah mempunyai 2 anak. Pernikahan yang sebelumnya juga dengan selisih umur yang jauh yaitu dengan Aldo Rossi yang saat menikah berumur 28 tahun sedangkan Elly 40 tahun (tahun 2013).Awalnya Elly ragu-ragu dengan pernikahan tersebut, tetapi Aldo berusaha meyakinkan dengan  mengenalkan Ely pada keluarga dan teman-temannya sehingga Elly Sugigi merasa yakin dengan Aldo.sementara Aldo sendiri masih mempunyai istri , jadi Elly saat menikah adalah istri ketiga  Aldo. Saat itu Aldo  baru meniti karir  artis baru iklan dan video klip dengan Elly sebagai manajernya. Aldo Rossi sendiri segera akan mengnjak dunia akting sinetron.
Bisnis Eli kemudian melebar menjadi manajemen talent iklan dan video klip. Nah dari sinilah Ely Sugigi bertemu dengan Aldo Rossi. Pertama bertemu bulan Desember 2012 kemudian mereka saling curhat dan akhirnya mereka menikah pada Februari 2013. Ely dan Aldo akhirnya bercerai Desember 2013 Pernikahan dengan Ferry Angara ini tentunya diharapkan tidak beakhir  seperti dengan Aldo Rossi.

Image result for ely sugigi dan aldo rossi

Image result for ely sugigi menikah

Image result for ely sugigi menikah

 Eli bersama Aldo Rossi


05 November, 2015

Misye Arsita meninggal

Misye Arsita Meninggal



Image result for misye arsita


Kedukaan kembali menyelimuti dunia hiburan tanah air. Aktris sinetron dan penyanyi dangdut era 90 an. Misye meninggal pada hari Kamis dini hari pukul 03.00 tanggal 5 November 2015 di Kediri. Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Suaminya Agus Leo.


Misye telah 3 minggu lebih mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara Kediri karena sakit ada benjolan di ketiak yang disebabkan TBC, bahkan dalam 10 terakhir ini sudah kesulian untuk berbicara karena suaranya semakin lemah. Untuk pernafasanpun sudah dibantu dengan tabung oksigen.

Image result for jin dan jun misye

Agus dengan Misye Arsita menikah pada tahun 1998. Dari pernikahan kedua ini mempunyai dua orang anak yaitu Arjuna Anggara yang masih kelas 1 SMA dan Angeli Arsita Putri yang duduk di kelas 6 SD.

Pemeran mama Jun dalam senitron Jin dan Jun ini lahir di di KediriJawa Timur12 Januari 1964  yang bernama lahir Misniarti adalah pemeran dan penyanyi Indonesia. Sebagai penyanyi, Misye terkenal antara lain lewat lagu "Dingin Yang" ciptaan Sunu Budiono.

Misye Arsita memulai kariernya sebagai penyanyi dangdut. Kemudian Misye bermain pada beberapa film. Pada awal tahun 2000-an Misye bergabung dengan acara televisi Ketoprak Humor yang dibintangi oleh para bintang eks Srimulat.

Image result for misye arsita meninggal

http://images.detik.com/content/2015/11/05/230/meisyedalem.jpg

Image result for misye arsita meninggal


Image result for jin dan jun misye

04 November, 2015

Dena Rachman waria yang SENSUAL

Waria  Yang SENSUAL


Mantan artis cilik yang dikenal sebagai pembawa acara Krucil di stasiun TV swata Indonesia, yang dulunya bernama  Renaldy Rachman  telah merubah namanya menjadi Dena Rachman, memarkan foto berbikini. Ia menampakan dirinya menjadi waria yang sensual.

Foto yang diunggah di akun instagramnya pada Minggu (1/11/2015) tersebut, terlihat begitu santai dan memamerkan kesensualan tubuhnya. "Sun shades savvy!dramadena #denarachman #bali #getaway" mengambarkan betapa dirinya menikmati suasananya.

Dena Rachman (lahir 30 Agustus 1987) pemeran dan penyanyi Indonesia. Ia mulai dikenal pada tahun 1990-an sebagaiartis cilik dan membintangi sejumlah sinetron. tahun 2013, namanya menjadi perbincangan di dunia hiburan Indonesia setelah ia memutuskan untuk menjadi seorang waria yang sensual.

Dena adalah anak kedua dari empat bersaudara sekaligus anak lelaki satu-satunya, putra dari pasangan Acan Rachman dan Gina Rachman. Ayahnya adalah seorang penari dan koreografer yang memiliki sebuah sanggar tari di Jakarta. Dena memulai kariernya di dunia hiburan ketika masih duduk di sekolah dasar sebagai bintang iklan dan penyanyi cilik yang dikenal lewat lagu-lagunya seperti "Ole-Ole" dan "Rukun dan Damai". Selain menyanyi, ia juga menjadi pembawa acara Krucil di SCTV dan membintangi sejumlah sinetron laga seperti "Misteri Gunung Berapi" dan "Karmapala". Menginjak usia remaja, ia mulai jarang terlibat dalam dunia keartisan dan memilih untuk fokus pada pendidikannya


Dena menamatkan pendidikan di SMAN 6 Jakarta pada tahun 2005 dan kemudian melanjutkan studi ke FISIP Universitas Indonesia jurusan Komunikasi. Setamat dari UI, ia melanjutkan studi master dengan mengambil jurusan Design, Fashion & Luxury Goods di Universitas Bologna, Italia. Pada tahun 2013, nama Dena Rachman kembali menjadi perbincangan para netizent dan dunia hiburan Indonesia ketika ia memutuskan untuk menjadi seorang transgender. 



Terkait dengan keputusannya ini, Dena mengungkapkan bahwa "seharusnya setiap orang bisa menghargai kehidupan dan keputusannya sebagai seorang transgender. Apalagi ia mengaku nyaman dengan keadaannya sekarang. Meskipun sudah menjadi transgender sejak lulus dari FISIP UI pada tahun 2009, Dena menyatakan bahwa ia belum melakukan operasi payudara atau ganti kelamin. Ia sendiri baru melakukan operasi implan payudara pada bulan Oktober 2014 di Seoaul, Korea Selatan, dan semakin mengokohkan menjadi waria yang sensual.

Berikut Pose Lainnya







Berikut Penampilan Renaldy Rachman





Foto-Dena-Rachman-saat-masih-kecil-renaldy.jpg (419×444)



03 November, 2015

Suku Anak Dalam yang Menyesatkan

Suku Anak Dalam yang Menyesatkan

Selasa, 3 November 2015

Presiden Joko Widodo berbincang dengan tokoh suku Anak Dalam di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Jumat (30/10/2015).
Membandingkan dua foto Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan Suku Anak Dalam ramai diperbincangkan di media sosial.

sayangnya  bukan substansi dialog yang diperbincangkan, melainkan tudingan adanya rekayasa atas peristiwa itu.

Dua foto yang beredar di media sosial itu disusun dalam satu bingkai dengan penempatan yang satu ada di atas dan yang satunya di bagian bawah.

Foto yang di atas memperlihatkan Presiden Joko Widodo yang didampingi Bupati Sarolangun Cek Endra tengah duduk berjongkok di depan rumah, dikelilingi laki-laki dewasa Suku Anak Dalam yang mengenakan pakaian.

Foto yang di bawah memperlihatkan Presiden Jokowi yang duduk jongkok di kebun sawit, dikelilingi laki-laki Suku Anak Dalam yang sebagian hanya mengenakan kain untuk menutup aurat.

Tidak ada yang salah dari kedua foto itu karena itu foto apa adanya, tanpa ada rekayasa digital.

Persoalan muncul ketika pada foto di atas diberi teks, "Sebelum mulai kita briefing dulu bapak-bapak...sebentar lagi kostumnya dibuka ya...biar seperti suku anak dalam."

Sementara itu, foto di bawah diberi teks, "Hadap ke saya semua biar kelihatan nyata."

Tidak hanya itu, bagian kepala dari lima orang laki-laki yang ada pada kedua foto tersebut juga diberi lingkaran berwarna, masing-masing merah, putih, kuning, biru, dan hijau.

Pesan yang ingin disampaikan, seolah-olah lima laki-laki di situ adalah orang yang sama dan disuruh Presiden untuk berperan menjadi warga Suku Anak Dalam.

Menistakan
Tudingan rekayasa itu jelas menyesatkan dan menistakan akal sehat. Faktanya, kronologi kejadiannya tidaklah demikian.

Perjalanan menuju tempat tinggal warga Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, di Kabupaten Sarolangun, Jumat (30/10/2015), ditempuh Presiden dengan menggunakan helikopter Superpuma.

Penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Syarifuddin menuju tempat pendaratan helikopter di lapangan desa membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Helikopter mendarat di lapangan itu sekitar pukul 15.25. Perjalanan dilanjutkan menggunakan mobil dengan melewati jalan tanah.

Sekitar 10 menit kemudian iring-iringan mobil berhenti. Presiden yang di dampingi Ny Iriana Jokowi dan sejumlah menteri lantas berjalan kaki menuju tenda di kebun sawit yang menjadi tempat tinggal Suku Anak Dalam.

Presiden dan Ny Iriana menyapa dan berinteraksi dengan warga Suku Anak Dalam barang sejenak. Selanjutnya, Presiden mengajak empat laki-laki dewasa dalam kelompok itu untuk sedikit menjauh dari kerukunan dan berdialog.

Memang warga dalam kelompok itu mengenakan pakaian ala kadarnya, seperti tergambarkan dalam foto yang dimuat harianKompas Sabtu lalu.

Dalam dialog itu, Presiden didampingi Babinsa Desa Bukit Suban Kopral Husni Thamrin selaku penerjemah.

Usai berdialog, Presiden dibantu para menteri memberikan bantuan paket bahan makanan dan Kartu Indonesia Sehat.

Selanjutnya, Presiden meninggalkan kebun sawit itu untuk menuju lokasi rumah yang dibangun Kementerian Sosial bagi komunitas adat terpencil yang berjarak kurang dari satu kilometer dari sana.

Sebelum beranjak dari sana, Presiden menyempatkan menjawab pertanyaan wartawan. Presiden menjelaskan, selain untuk memantau titik api di Jambi dari udara, ia juga ingin bertemu langsung dengan Suku Anak Dalam.

"Beberapa kali saya baca mereka ada kesulitan-kesulitan, baik makanan maupun permukiman. Ini tadi sudah kita tanya langsung apakah mau tinggal di rumah dan tidak muter nomaden lagi," kata Presiden.

"(Mereka menjawab) mau, tetapi dengan syarat-syarat rumahnya jaraknya agak jauh, lalu ada lahan. Sudah nanti disiapin, Bu Menhut sudah nyiapin, Pak Bupati, Pak Gubernur. Nanti yang mengenai rumahnya diurus Mensos," kata Presiden lagi.

Setelah itu, Presiden dan rombongan kembali ke mobil untuk bergerak menuju rumah yang dibangun Kemensos.

Di sana, Presiden melihat kondisi rumah dan sekali lagi berdialog dengan Suku Anak Dalam yang telah dibina dan diplot untuk menempati rumah itu.

Berbeda dengan warga Suku Anak Dalam yang dijumpai di kebun sawit, mereka yang berdialog dengan Presiden di lokasi ini memang mengenakan pakaian lengkap.

Ada satu peserta dialog ikut dalam dialog di kebun sawit dan di rumah itu, yakni penerjemah Husni Thamrin.

"Saya ini tadi ngecek rumah yang sudah dibangun. Masih banyak yang kurang, belum ada sumurnya. Tapi, sebentar lagi sudah akan kita buat sumurnya. Terus listrik. Dulu listrik sudah ada, tapi tidak bisa bayar jadi diputus PLN," kata Presiden.

Presiden mengungkapkan itu setelah melihat kondisi rumah dan berdialog dengan warga Suku Anak Dalam di rumah itu.

Selanjutnya, Presiden dan rombongan meninggalkan lokasi itu untuk kembali ke lapangan di Desa Bukit Suban. Dari sana, Presiden terbang menggunakan helikopter menuju ke Jambi.

Dengan merunut kejadian yang sebenarnya, jelas bahwa dua foto yang terbingkai dalam satu frame dengan teks yang berkembang di media sosial itu justru memutarbalikkan fakta.

Tentu saja penyampaian informasi yang menyesatkan dan menistakan akal sehat ini tidak boleh dibiarkan.

Ketika kunjungan itu didasari rasa kemanusiaan untuk menolong Suku Anak Dalam, bukankah tudingan rekayasa itu juga mencederai kemanusiaan itu sendiri.


13 October, 2015

Arab Saudi Prediksi Tahun Baru Islam pada 15 Oktober

Arab Saudi Prediksi Tahun Baru Islam pada 15 Oktober



Tahun baru Islam
Tahun baru Islam

Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan tahun baru Islam Hijriyah akan dirayakan pada 15 Oktober 2015 mendatang. Sehingga akan ditetapkan sebagai hari libur nasional.


Dilansir dari onislam.net, Selasa (12/10), Arab Saudi mengumumkan bahwa jika pada Kamis malam (15/10), hilal atau bulan masih juga belum nampak, maka kemungkinan awal tahun baru pada hari Jumat (16/10).

Tanggal 1  Muharram merupakan perayaan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah pada tahun 622 Masehi silam.
Nabi Muhammad  SAW dan para pengikutnya melakukan perjalanan untuk migrasi dari Makkah ke Madinah untuk mendapatkan kebebasan beribadah.


Final Piala Presiden 2015 di Jakarta



Mahaka Sport and Ent. memastikan Final Piala Presiden 2015 di Jakarta



Mahaka Sport and Entertainment memastikan akan menggelar laga final Piala Presiden 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Minggu (18/10/2015). Duel ini akan mempertemukan Sriwijaya FC melawan Persib Bandung.

Tempat partai puncak turnamen elit ini sempat menimbulkan tanda tanya setelah Persib memastikan diri lolos ke final usai menyingkirkan Mitra Kukar, Sabtu (10/10/2015). Pasalnya selama ini, fans Persib atau bobotoh sudah lama tidak pernah mendampingi timnya saat bertarung di Ibu Kota demi menghindari gesekan dengan suporter Persija Jakarta, Jakmania.
Penolakan dari Jakmania pun memunculkan wacana partai final dipindah ke Stadion I Wayan Dipta, Bali. Namun Vice President Mahaka Sports Cahyadi Wanda, memastikan kalau pihaknya sudah mendapat restu dari Kapolri untuk menggelar laga Persib melawan Sriwijaya FC di GBK. Dia juga telah menginformasikannya kepada kedua finalis melalui email.
"Kapolri sudah menjamin. Yang pasti, kami harus percaya kepadanya (soal pengamanan). Sampai bertemu di final," ujar Cahyadi.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Badrodin Haiti juga telah mengingatkan The Jakmania harus menjaga sikapnya ketika Bobotoh datang ke Jakarta untuk memberikan dukungan kepada Persib. Dia berharap, Jakmania menghormati keputusan yang diambil.

Selain mempertemukan Sriwijaya dan Persib Bandung, hari terakhir Piala Presiden 2015 juga akan memperebutkan tempat ketiga. Arema Cronus dan Mitra Kukar yang kalah di babak semifinal juga akan bertemu di SUGBK, Senayan, Jakarta.


Nita Thalia mengaku Dirinya Memang Lakukan Operasi Plastik



Nita Talia Ungkapkan Jika Itu Operasi Plastik


Operasi Plastik tengah menjadi fenomena yang tidak begitu langka dikalangan para artis. Salah satunya adalah Nita Thalia yang dengan terbuka mengungkapkan jika dirinya telah melakukan operasi plastik.
Jika sebelumnya banyak artis yang menutup-nutupi isu operasi plastik yang dilakukannya, namun untuk Nita Thalia tidak. Artis 32 tahun ini mengungkpakan secara terang-terangan jika hal itu dilakukannya demi untuk menyenangkan sang suami.
Akhirnya Nita Thalia ‘Ngaku’ Dirinya Memang Lakukan Operasi Plastik Karena Ini !
©Instagram@nita.talia
Alasan inipun diungkapkan Nita Thalia dalam akun Instagramnya. Dalam akunnya tersebut terlihat Nita Thalia yang menuliskan serentetan alasan mengapa dirinya memilih untuk melakukan operasi plastik.
Tentunya hal ini wjar jika dilakukan oleh Nita Thalia, mengingat Nita Thalia sendiri adalah istri kedua  dari seorang produser yang bernama Nurdin Ruditia. Dimana Nurdin sang produser ini juga menjabat sebagai manajernya sendiri.
Selain itu Nita Thalia juga menambahkan jika alasan utamanya menjadikan operasi plastik sebagai pilihan utuk mempercantik diri tidak lain untuk mempertahakan rumah tangganya. Sebelumnya diketahui jika Nita Thalia dan juga Nurdin Ruditia menikah pada 27 Agustus 2000.
Akhirnya Nita Thalia ‘Ngaku’ Dirinya Memang Lakukan Operasi Plastik Karena Ini !
Operasi Plastik sendiri saat ini maish menjadi hal yang begitu tabu jika dilakukan di Indonesia. Karena operasi plastik sendiri dipercaya merupakan sebuah hal yang melanggar norma dan agama.
Operasi plastik juga terbilang tidak sesuai dengan kodrat sebagai manusia. Namun hal itu nampaknya tidak begitu dihiraukan, buktinya masih saja banyak orang yang melakukan operasi plastik dengan berbagai alssan entah popularitas ataupun semacamnya.
Meski mengetahui begitu banyak larangan, bahaya terkait operasi plastik dan dosa yang akan ditanggungnya, namun Nita Thalia telah siap dengan semua itu dan dirinya tetap menjalani prosedur untuk tetap melanjutkan operasi plastiknya tersebut.